Sanksi untuk Perusahaan di Cimareme yang Cemari Sungai Cihaur

Deden January 25, 2013 Comments Off
Sanksi untuk Perusahaan di Cimareme yang Cemari Sungai Cihaur

Batujajar – Sidak dilakukan menyusul dugaan pencemaran ke sungai Cihaur di Kampung Pangkalan dan Kampung Cibacang RT 2/13, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kantor Lingkungan Hidup (KLH) KBB.

Pencemaran memang bukan hal yang biasa tapi tak lantas dibiasakan. Sidak dilakukan bersama Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup/Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), KLH KBB. Beberapa pabrik yang kena sidak yaitu, PT Sincung Laju Citra Jaya, Ateja Multi Industri, PT Kanvas Mulia, PT Hero Top Zip, PT Sarana Makin Mulia (SMM), dan PT Oriental Textile Indonesia. Sidak dilakukan dengan mengambil sampel air keenam perusahaan tersebut.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup  (KLH) KBB, Asep Sehabudin, pada selasa (22/01/2013), menjelaskan bahwa dari keenam pabrik dua diantaranya terbukti melanggar. Dua pabrik yang diketahui merupakan pabrik tekstil itu telah membuang air limbah di atas ambang batas yang ditetapkan dalam SK Gubernur No 6/1999 tentang pengolahan limbah industri tekstil.
Sanksi pasti diberikan, tegas Asep. Namun tak hanya sanksi administratif yang diberikan. Seperti PT Sarana Makin Mulia (PT SMM) dan PT Oriental Textile Indonesia (PT OTI) yang kedapatan mencemari lingkungan itu diberikan waktu selama enam bulan untuk membenahi pengolahan air limbahnya.
Sanksi senada wajib diterima pula oleh PT OTI yang telah mencemarkan lingkungan dengan limbah yang mengandung BOD5 (76mg/l), COD (183mg/l), serta minyak dan lemak (3,1mg/l). “Padahal, menurut SK Gubernur Jabar No 6/1999, ambang batas TSS yaitu 50mg/l, BOD5 60 mg/l, COD 150mg/l, dan minyak dan lemak 3mg/l.

Comments Closed